Anak Tersedak: Tanda Bahaya, Makanan, dan Cara Mencegah

Orang tua memotong buah kecil-kecil agar anak tersedak tidak terjadi saat makan

Anak tersedak terjadi bila makanan atau benda kecil tersangkut di tenggorokan dan menutup jalan napas. American Academy of Pediatrics menyebut tersedak sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan anak. Sebagian besar kematian terjadi di bawah usia 5 tahun, dan dua pertiganya bayi di bawah 1 tahun. Tanpa oksigen lebih dari 4 menit dapat merusak otak atau menyebabkan kematian. Artikel ini untuk pencegahan dan pengenalan tanda, dan tidak menggantikan kursus pertolongan pertama.

Orang tua memotong buah kecil-kecil agar anak tersedak tidak terjadi saat makan
Anggur dan sosis utuh berbahaya. Potong sampai sangat kecil sebelum dihidangkan.

Tanda anak tersedak

Anak mungkin tersedak dan butuh pertolongan segera bila ia tidak bisa bernapas, terengah atau mengi, tidak bisa bicara, menangis, atau mengeluarkan suara, kulit membiru, memegang leher atau melambaikan tangan sambil panik, atau lemas dan tidak sadar. Bayi dan balita berisiko paling tinggi karena mereka menjelajah dengan memasukkan benda ke mulut, sementara jalan napasnya masih kecil.

Bila anak masih batuk saat tersedak, AAP menyebut batuk itu sering mereda dalam sekitar 15 menit, baik benda keluar maupun belum. Tetap awasi dari dekat selama itu, dan siap bertindak bila gejala memburuk. Batuk yang masih kuat berarti jalan napas belum tertutup penuh. Jangan memasukkan jari ke mulut untuk mengais benda yang tidak terlihat, karena bisa mendorongnya lebih dalam. Gerakan penyelamatan yang tepat dipelajari di kursus pertolongan pertama tersertifikasi, bukan ditebak dari ingatan. AAP menyarankan kelas P3K atau resusitasi jantung paru.

Makanan yang sering menyumbat

Balon, bola, kelereng, pecahan mainan, dan makanan bulat kecil menyebabkan paling banyak kematian akibat tersedak. Jauhkan makanan berisiko sampai anak berusia 4 tahun atau lebih, tergantung kematangan masing-masing. Makanan bulat dan keras, seperti sosis atau anggur, boleh dihidangkan hanya bila dipotong sangat kecil sampai tuntas. Anak kecil sering menelan utuh karena belum mengunyah baik.

Yang perlu dihindari atau diubah: sosis, permen keras, kenyal, atau lengket, permen karet, kacang dan biji terutama biji bunga matahari, anggur utuh, sayur mentah seperti wortel batang, buah mentah yang masih berupa potongan besar seperti apel, berondong jagung, selai kacang yang tebal (oles tipis), marshmallow, stik daging atau sosis, potongan daging, serta potongan keju atau keju tali. Tekstur MPASI yang aman menurut usia ada di MPASI 6 bulan dan MPASI 9 bulan.

Orang tua mengawasi anak yang duduk makan agar anak tersedak bisa dicegah
Anak duduk saat makan. Jangan berjalan, berlari, atau berbaring dengan makanan di mulut.

Benda di rumah

Jauhkan balon, koin, kelereng, mainan berbagian kecil, mainan yang bisa ditekan sampai muat seluruhnya di mulut, bola kecil, tutup pulpen, serta baterai kancing atau baterai litium bentuk koin. Baterai itu juga bisa membakar jaringan dalam bila tertelan, jadi ini bukan hanya risiko tersedak. Jauhkan juga alat suntik obat. Balon tetap berisiko sampai usia 8 tahun. Ikuti batas usia pada kemasan mainan. Usia itu mencerminkan bahaya tersedak sekaligus kemampuan anak.

Periksa kolong furnitur dan sela bantal. Koin, mainan kecil, dan baterai sering tertinggal di sana. Banyak kejadian terjadi karena kakak memberi makanan, mainan, atau benda kecil kepada adik. Beri tahu anak yang lebih besar makanan mana yang tidak boleh dibagi. Potong makanan bayi dan anak kecil tidak lebih besar dari setengah inci, sekitar 1,3 cm, dan ajari mengunyah. Awasi waktu makan. Duduk di meja. Jangan biarkan anak berlari, berjalan, bermain, atau berbaring dengan makanan di mulut.

Siapa yang paling perlu diawasi

Risiko naik saat bayi mulai merangkak atau makan makanan keluarga. Tonggak gerak itu ada di milestone bayi 0–12 bulan. Kemandirian mengambil makanan sendiri perlu pengawasan, bukan larangan total. Langkah sesuai usia ada di cara mengajarkan anak mandiri. Simpan makanan berisiko di tempat yang tidak terjangkau, bukan hanya di piring orang dewasa yang masih bisa diambil.

Bila anak membiru, tidak bersuara, atau lemas, itu keadaan darurat. Hubungi layanan gawat darurat dan lakukan pertolongan yang sudah dilatih. Jangan menunda sambil mencari video. Setelah kejadian, meski benda sudah keluar, beri tahu dokter bila batuk berlanjut, ada mengi, atau anak tetap lemas. Sebagian anak yang selamat dari tersedak berat mengalami cedera otak yang menetap. Pencegahan di meja makan lebih berguna daripada reaksi yang terlambat.

Pertanyaan yang sering muncul

Haruskah punggung dipukul bila anak masih batuk keras? Batuk yang masih ada sering berarti benda belum menutup jalan napas penuh. AAP menyarankan mengawasi ketat sekitar 15 menit dan bertindak bila memburuk. Teknik pukulan punggung dipelajari di kursus, dengan cara yang berbeda untuk bayi dan anak yang lebih besar.

Umur berapa anggur boleh utuh? AAP menahan makanan bulat dan keras sampai usia 4 tahun atau lebih, sesuai kematangan anak. Sebelum itu, potong sangat kecil.

Letakkan pisau dan talenan di meja makan, bukan baru memotong setelah anak sudah mengambil piring. Simpan baterai baru di laci tinggi, sama seperti obat. Ulangi aturan duduk setiap kali ada camilan, termasuk di mobil. Perjalanan tidak mengubah ukuran makanan yang aman.

Kesimpulan

Anak tersedak paling berbahaya pada bayi dan balita. Dudukkan saat makan, potong makanan di bawah setengah inci, dan jauhkan balon, koin, baterai kancing, serta makanan bulat yang utuh. Bila anak masih batuk, awasi. Bila ia tidak bersuara, membiru, atau lemas, itu darurat. Ikuti kursus pertolongan pertama sebelum kejadian, supaya gerakan penyelamatan tidak ditebak di saat panik.

Sumber: Choking Prevention, HealthyChildren.org / American Academy of Pediatrics.