Anemia pada Anak: Tanda, Skrining, dan Makanan Kaya Besi

Orang tua menghidangkan telur, kacang, dan sayur untuk mencegah anemia pada anak

Anemia pada anak sering bermula dari kekurangan zat besi. American Academy of Pediatrics menjelaskan besi dibutuhkan untuk membuat sel darah merah yang mengangkut oksigen. Tanpa cukup besi, anak mudah rewel, lelah, dan lemah. Kulit bisa terlihat pucat, kusam, atau abu-abu. Bila tidak ditangani, kekurangan besi dapat menjadi anemia defisiensi besi. Artikel ini untuk orang tua dan tidak menggantikan pemeriksaan darah.

Orang tua menghidangkan telur, kacang, dan sayur untuk mencegah anemia pada anak
Makanan kaya besi lebih utama untuk menjaga kadar, selain suplemen yang diresepkan.

Kenapa anak kekurangan besi

Banyak orang tua menyangka penyebabnya hanya anak yang pemilih makanan. Siklus tumbuh juga berperan. Tahun pertama kehidupan menuntut banyak besi. AAP menyebut setidaknya 15 persen balita di Amerika Serikat menunjukkan tanda kekurangan besi. Angka itu bukan angka Indonesia, tetapi menjelaskan mengapa usia ini perlu perhatian. Lonjakan tumbuh bisa berlanjut dari anak kecil sampai remaja akhir. Pada remaja perempuan, haid menambah kehilangan besi. Lebih dari 1 dari 10 remaja perempuan yang sudah haid menunjukkan tanda kekurangan besi.

Tidak semua anemia berasal dari menu. Sebagian anak punya kondisi yang merusak sel darah merah, seperti anemia sel sabit. Perdarahan yang berulang, termasuk penyakit radang usus yang mengeluarkan darah pelan, atau gangguan pembekuan, juga bisa menurunkan besi. Dokter yang membedakan jenisnya, bukan tebakan dari warna bibir saja. Anak yang menolak makan dibahas di cara mengatasi anak susah makan. Pola piring harian ada di gizi seimbang anak.

Tanda yang perlu dicatat

Tanda kekurangan besi dan anemia yang disebut AAP: kulit pucat, kekuningan, atau abu-abu, pipi bibir dasar kuku dan kelopak yang memudar, suasana hati rendah atau mudah marah, otot terasa lemah, serta lelah atau lebih sering butuh tidur siang. Ada juga pica, yaitu keinginan mengunyah benda bukan makanan, seperti es, tanah, atau kertas.

Anemia yang lebih berat dapat menyebabkan napas pendek, jantung berdebar, tangan dan kaki bengkak, sakit kepala, pusing dan pingsan, serta sindrom kaki gelisah yang mengganggu tidur. Tidur yang terganggu dari sebab lain ada di anak susah tidur. Besi penting untuk perkembangan otak, terutama di awal kehidupan. Kadar rendah dikaitkan dengan keterlambatan kognitif, kesulitan belajar dan perhatian, serta masalah perilaku yang mengganggu sekolah. Karena itu guru, orang tua, dan dokter perlu saling memberi tahu bila tanda ini berulang.

Orang tua menemani anak yang beristirahat karena lelah terkait anemia pada anak
Lelah yang baru dan kulit yang memudar perlu dicatat, lalu diperiksakan.

Kapan diperiksa dan apa yang dimakan

AAP menyarankan skrining mulai sekitar 9–12 bulan pada bayi yang terutama minum ASI, dan 15–18 bulan pada bayi yang terutama minum susu formula. Formula bayi biasanya sudah diperkaya besi. Remaja yang haid diperiksa dalam setahun setelah haid pertama, paling lambat usia 14 tahun. Gejala kapan pun menjadi alasan memeriksa lebih awal, sebelum kekurangan berubah menjadi anemia.

Menunda penjepitan tali pusat 30–60 detik memberi bayi baru lahir lebih banyak darah plasenta yang kaya besi. Bayi prematur dapat memperoleh manfaat dari suplemen besi mulai sekitar 2 minggu. Bayi yang disusui dapat memperoleh manfaat mulai sekitar 6 bulan, karena ASI adalah makanan terbaik tetapi belum tentu menutup semua kebutuhan besi di tahun pertama. Makanan kaya besi mulai sekitar 6 bulan menambah pasokan itu. Menu awal ada di MPASI 6 bulan.

Jangan memberi susu sapi sebelum anak lewat 12 bulan. Pada usia itu susu sapi dapat menyebabkan kehilangan darah lewat tinja dan menurunkan penyerapan besi. Setelah ulang tahun, batasi tidak lebih dari 24 ons, sekitar 700 ml, sehari. Susu rendah besi dan membuat kenyang sehingga makanan lain tersingkir. Contoh makanan kaya besi: kerang, tiram, sarden, daging sapi atau domba tanpa lemak, daging kalkun yang gelap, telur ayam atau bebek, kacang lentil, kacang arab, kedelai, tahu, tempe, biji labu, wijen, dan hemp, bayam, kangkung, brokoli, lobak Swiss, quinoa, sereal yang diperkaya besi, kismis, dan aprikot kering. Suplemen dan multivitamin berguna bila sudah ada tanda kekurangan, tetapi makanan tetap dasar menjaga kadar.

Pengobatan

Bila diagnosis sudah ditegakkan, dokter biasanya meresepkan suplemen besi minum sekali sehari. Pada sebagian besar anak dan remaja, itu cukup untuk pulih. Ikuti petunjuk dan habiskan sesuai arahan, kecuali dokter mengubahnya. Jangan memakai dosis dewasa atau sirup sisa saudara. Kasus berat kadang perlu zat besi lewat infus, dan jarang sekali transfusi. Kontrol lanjutan penting pada anemia yang berat. Dengan perawatan yang tepat, sebagian besar anak pulih sepenuhnya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah anak pucat pasti anemia? Tidak selalu. Pucat, lelah, dan mudah marah adalah alasan memeriksakan darah, bukan untuk langsung membeli suplemen.

Bolehkah susu sapi sebanyak yang anak mau setelah setahun? AAP membatasi sekitar 700 ml sehari. Lebih dari itu mudah menggeser makanan kaya besi.

Catat selama seminggu berapa gelas susu yang diminum dan apakah anak masih mau makan utama. Bawa catatan itu saat periksa. Jangan menunda kontrol hanya karena anak masih bermain. Lelah yang baru, pipi yang memudar, atau kebiasaan mengunyah es adalah alasan untuk tes, bukan untuk menambah susu.

Kesimpulan

Anemia pada anak sering didahului kekurangan besi saat tubuh tumbuh cepat. Catat pucat, lelah, rewel, dan kebiasaan mengunyah bukan makanan. Periksa sesuai usia, terutama bayi yang terutama disusui sekitar 9–12 bulan. Beri makanan kaya besi, tunda susu sapi sampai lewat setahun, lalu batasi jumlahnya. Suplemen hanya sesuai resep dan dihabiskan sesuai petunjuk dokter.

Sumber: Anemia and Your Child, HealthyChildren.org / American Academy of Pediatrics.