Cacingan pada Anak: Gatal Malam, Cuci Tangan, dan Obat

Anak mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah cacingan pada anak

Cacingan pada anak yang paling sering dikeluhkan orang tua adalah gatal di sekitar anus pada malam hari, biasanya karena cacing kremi. Ada pula cacing yang masuk lewat tanah, tangan kotor, atau kaki telanjang, dan baru terasa bila jumlahnya banyak. Keduanya dicegah dengan cuci tangan, kuku pendek, dan jamban. Obat serta dosis mengikuti usia dan petugas kesehatan, bukan kemasan untuk orang dewasa. Artikel ini tidak menggantikan pemeriksaan dokter.

Anak mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah cacingan pada anak
Cuci tangan sebelum makan memutus jalan telur cacing ke mulut.

Cacing kremi dan gatal malam hari

American Academy of Pediatrics menyebut cacing kremi sebagai cacing yang paling sering pada anak dan pada dasarnya tidak menyebabkan penyakit berat. Keluhan utamanya gatal di sekitar anus pada malam hari. Pada anak perempuan bisa ada gatal di kemaluan. Cacing dewasa berwarna putih keabu-abuan, seperti benang, kira-kira 0,6 sampai 1,3 sentimeter. Telur pindah saat anak menggaruk, lalu menempel di tangan, dudukan toilet, atau pasir, dan masuk ke mulut anak lain.

Dokter dapat menempelkan selotip bening di kulit sekitar anus, lalu melihatnya di mikroskop. Pengobatan memakai obat resep yang diminum sekali, lalu diulang satu sampai dua minggu kemudian. Dokter kadang menyarankan anggota keluarga lain ikut diobati karena ada yang membawa cacing tanpa keluhan. Jangan membeli obat dewasa atau meniru dosis dari iklan. Rinciannya ada di halaman Pinworms HealthyChildren.

Cacing dari tanah

Organisasi Kesehatan Dunia menjelaskan cacing yang ditularkan lewat tanah, termasuk cacing gelang dan cacing tambang. Telur keluar bersama tinja dan mencemari tanah bila sanitasi buruk. Anak tertular saat bermain di tanah lalu memasukkan tangan ke mulut, saat makan sayur yang tidak dicuci atau dimasak, atau dari air yang tercemar. Cacing tambang menembus kulit, terutama kaki yang telanjang. Telur di tinja yang masih baru belum langsung menular. Perlu sekitar tiga minggu di tanah sebelum menjadi infeksius. Tidak ada penularan langsung dari orang ke orang untuk kelompok ini.

Infeksi ringan sering tanpa gejala. Infeksi yang lebih berat dapat menimbulkan diare, nyeri perut, rasa lemah, nafsu makan turun, dan gangguan pertumbuhan. Cacing mengambil zat besi dan protein. Sumbatan usus karena jumlah cacing yang sangat banyak perlu tindakan medis, bukan obat warung. Diare cair yang membuat anak lemas punya langkah cairan tersendiri di diare pada anak. Tinja yang keras dan nyeri adalah masalah lain, dibahas di sembelit pada anak.

Anak bermain di tanah dengan sepatu tertutup agar tidak kemasukan cacing
Alas kaki mengurangi jalan masuk cacing tambang lewat telapak kaki.

Cuci tangan, alas kaki, dan obat program

WHO menempatkan tiga hal bersama-sama: pengobatan berkala di daerah yang memang endemis, pendidikan kebersihan, dan jamban yang layak. Di rumah, cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet. Potong kuku pendek supaya telur tidak mengendap. Pakai alas kaki di tanah. Cuci atau masak sayuran. Jangan biarkan anak makan sambil bermain di tanah.

Program obat cacing di posyandu atau sekolah memakai obat yang sudah dinilai aman untuk usia anak, dengan dosis sesuai kelompok umur. Itu berbeda dari tablet yang dibeli sendiri untuk orang dewasa. Ikuti petugas, dan sebutkan bila anak sedang sakit, sangat kecil, atau minum obat lain. Makanan sehari-hari yang cukup protein dan sayur membantu anak yang nafsu makannya turun. Pola piring ada di gizi seimbang anak. Bila anak menolak makan berhari-hari, lihat juga cara mengatasi anak susah makan.

Kapan perlu ke dokter

Periksakan bila gatal malam berulang, cacing terlihat di tinja atau di sekitar anus, perut sangat nyeri, anak muntah, ada darah di tinja, berat badan turun, atau anak tampak lemas. Bayi yang baru belajar makan padat tetap butuh tekstur yang aman. Panduan awal ada di mpasi 6 bulan. Fakta cacing tanah diambil dari lembar fakta WHO tentang cacing yang ditularkan lewat tanah.

Ganti celana dalam di pagi hari dan cuci tangan setelah anak menggaruk, karena telur pindah lewat jari. Handuk dipakai sendiri selama pengobatan. Bersihkan dudukan toilet yang sering disentuh. Langkah ini mengurangi telur yang tertelan lagi, sementara obat dari dokter mengurus cacing yang sudah dewasa. Ulangi kebiasaan itu sampai dosis kedua selesai, bukan hanya di hari pertama.

Kesimpulan

Cacingan pada anak yang gatal di malam hari biasanya cacing kremi dan diobati dengan resep yang diulang satu sampai dua minggu. Cacing dari tanah dicegah dengan tangan bersih, sepatu, dan sayur yang dicuci. Jangan meniru dosis dewasa. Nyeri perut hebat, muntah, atau darah di tinja perlu diperiksa.

FAQ

Apakah cacingan pada anak berbahaya?

Cacing kremi lebih mengganggu daripada membahayakan, menurut AAP. Cacing tanah dalam jumlah banyak dapat mengganggu gizi dan pertumbuhan. Keduanya tetap perlu dihentikan, bukan dibiarkan.

Kenapa gatalnya malam hari?

Cacing kremi bertelur di kulit sekitar anus, dan keluhan gatal biasanya muncul pada malam hari. Anak menggaruk, telur menempel di jari, lalu bisa tertelan lagi.

Bolehkah obat cacing dibeli sendiri?

Untuk cacing kremi, AAP menyebut obat resep. Untuk program di daerah endemis, dosis mengikuti petugas kesehatan sesuai usia. Jangan memakai tablet dewasa atau menggandakan dosis dari kemasan yang tidak sesuai.

Apakah sepatu cukup untuk mencegah?

Sepatu menutup jalan cacing tambang lewat telapak kaki. Telur cacing lain tetap masuk lewat tangan dan makanan. Cuci tangan dan sayur tetap diperlukan.