Diare pada anak adalah buang air besar yang lebih cair dan lebih sering dari pola biasa anak itu. Banyak kasus karena virus dan membaik dalam beberapa hari bila cairan terganti dan makan dilanjutkan. Yang berbahaya adalah kekurangan cairan. Artikel ini menjelaskan oralit, makanan, dan tanda yang harus segera diperiksa. Ini bukan pengganti dokter.

Berapa hari diare pada anak biasanya berlangsung?
Diare virus sering mereda dalam 3 sampai 7 hari. Tinja bisa masih lunak beberapa hari setelah anak kembali bermain. Segera periksa bila ada darah, diare pada bayi di bawah 6 bulan, anak tidak mau minum, atau tanda kurang cairan muncul kapan saja. Demam yang menyertai diare dipantau seperti di demam pada anak.
WHO menjelaskan bahwa pengganti cairan, pemberian makan yang dilanjutkan, dan zinc sesuai anjuran menurunkan risiko diare berat. Ringkasannya ada di lembar fakta diare WHO.
Oralit dan cairan
Larutkan satu bungkus oralit sesuai takaran di kemasan, biasanya satu gelas air matang. Jangan dikentalkan, diencerkan asal, atau dicampur susu. Berikan dengan sendok atau cangkir, beberapa teguk, setelah setiap buang air cair. Pedoman umum: anak di bawah 2 tahun sekitar 50 sampai 100 ml setiap kali diare, anak yang lebih besar sekitar 100 sampai 200 ml. Jika anak muntah, berhenti sebentar, lalu lanjutkan lebih pelan.
Bayi tetap disusui lebih sering. Cara pelekatan yang nyaman ada di cara menyusui yang benar. Anak yang sudah makan tetap diberi makanan biasa dalam porsi kecil: nasi lembek, bubur, telur, atau pisang. Menu harian yang lengkap dibahas di gizi seimbang anak. Minuman manis, jus, dan soda tidak menggantikan oralit.
Petugas puskesmas sering menambahkan zinc selama 10 sampai 14 hari. Ikuti dosis sesuai usia yang diberikan petugas. Jangan memakai sediaan dewasa atau obat penahan diare yang dijual bebas untuk orang besar. Antibiotik hanya bila dokter yang memutuskan.

Makan saat diare
Jangan memuasakan anak. Usus yang tetap mendapat makanan pulih lebih baik. Untuk bayi yang sudah MPASI, lanjutkan tekstur yang biasa ia terima, sedikit lebih lunak. Panduan awal ada di mpasi 6 bulan. Jika nafsu turun, tawarkan lebih sering dalam porsi kecil, bukan memaksa piring penuh. Cara meja makan yang tenang ada di cara mengatasi anak susah makan.
Cuci tangan pakai sabun setelah ganti popok dan sebelum menyuapi. Pisahkan handuk. Buang tinja ke jamban. Saudara yang lain tetap dijaga agar tidak berbagi sendok selama diare berlangsung.
Tanda yang harus diwaspadai
- Mata cekung, mulut kering, atau tidak ada air seni selama enam jam lebih.
- Anak lemas, sulit dibangunkan, atau menangis tanpa air mata.
- Muntah semua cairan yang masuk.
- Tinja berdarah atau hitam.
- Diare pada bayi di bawah 6 bulan, atau berlangsung lebih dari tiga hari pada anak yang lebih besar.
Bawa anak ke puskesmas atau IGD bila salah satu tanda itu ada, tanpa menunggu pagi. Sertakan perkiraan berapa kali buang air dan apakah masih ada air seni. Pertumbuhan yang dipantau rutin tetap berguna setelah sembuh, lewat tumbuh kembang anak. Artikel ini membantu penanganan awal di rumah.
Siapkan oralit di rumah sebelum anak sakit, bersama gelas yang sesuai takaran kemasan. Saat diare mulai, catat jam buang air, apakah ada darah, dan kapan terakhir ada air seni. Ganti popok lebih sering dan oleskan krim pelindung bila kulit mulai merah. Jika anak muntah oralit, beri satu sendok teh setiap beberapa menit, bukan setengah gelas sekaligus. Popok yang tetap basah berarti tubuh masih mendapat cairan.
Saudara lain makan di piring sendiri. Cuci mainan yang kena tinja dengan sabun. Setelah diare berhenti, kembalikan makanan biasa dan timbang berat di posyandu bila anak terlihat lebih kurus. Jangan berbagi sendok selama tinja masih cair. Lap meja setelah ganti popok selama diare masih berlangsung. Cuci tangan lagi sebelum menyuapi. Ulangi langkah ini setiap ganti popok. Catat juga berapa gelas oralit yang berhasil diminum. Penanganan cairan yang cepat membuat sebagian besar anak kembali bermain dalam beberapa hari.
Kesimpulan
Diare pada anak diatasi pertama-tama dengan oralit sesuai kemasan, ASI atau makanan yang dilanjutkan, dan kebersihan tangan. Banyak kasus mereda dalam beberapa hari. Darah, lemas, tidak ada air seni, atau bayi sangat muda perlu dilihat tenaga kesehatan pada hari yang sama.
FAQ
Apakah anak harus puasa saat diare?
Tidak. Lanjutkan ASI dan makanan biasa dalam porsi kecil. Puasa membuat anak semakin lemah dan tidak menghentikan virus.
Bolehkah mengganti oralit dengan air gula atau madu?
Tidak. Campuran gula sembarangan dan madu tidak menjadi cairan pengganti yang seimbang. Madu juga tidak untuk bayi di bawah 12 bulan. Pakai oralit sesuai kemasan.
Kapan anak boleh kembali ke sekolah?
Saat tinja mulai terbentuk, anak mau minum, dan tidak demam. Cuci tangan tetap ketat beberapa hari setelahnya agar tidak menulari teman.
Apakah semua diare perlu antibiotik?
Sebagian besar tidak. Antibiotik dipakai bila dokter menemukan penyebab yang memang memerlukannya, misalnya tinja berdarah yang sudah diperiksa. Oralit tetap diberikan.

