Gigi Berlubang pada Anak: Sikat, Gula, dan Kapan Cabut

Orang tua menyikat gigi anak untuk mencegah gigi berlubang pada anak

Gigi berlubang pada anak bisa mulai begitu gigi pertama muncul, termasuk gigi sulung. American Academy of Pediatrics menyebut kerusakan gigi sebagai salah satu penyakit kronis yang paling sering pada anak. Lubang tidak sembuh sendiri. Gigi sulung yang rusak parah kadang perlu dicabut oleh dokter gigi, tetapi tidak semua bercak harus langsung dicabut. Artikel ini untuk pencegahan di rumah dan tidak menggantikan pemeriksaan gigi.

Orang tua menyikat gigi anak untuk mencegah gigi berlubang pada anak
Sikat dua kali sehari, dengan pasta berfluor sesuai usia.

Seperti apa gigi yang mulai rusak?

Bakteri di mulut memakan sisa gula dari makanan dan minuman, lalu menghasilkan asam yang melarutkan email. Bercak putih adalah tanda gigi kehilangan mineral. Bercak cokelat, hitam, atau lubang kecil berarti kerusakan sudah berjalan. Gigi sulung yang bolong dapat nyeri, membuat anak menolak makan, dan bila dicabut terlalu dini dapat menggeser gigi di sebelahnya sehingga gigi tetap tumbuh tidak pada tempatnya. Anak juga butuh gigi yang sehat untuk mengunyah dan berbicara jelas.

AAP mencatat, di Amerika Serikat, sekitar 23 persen anak mengalami lubang sebelum ulang tahun kelima. Angka di rumah Anda bisa berbeda. Yang sama adalah mekanismenya: gula yang menempel lama, ditambah sikat yang jarang. Sumber langkah pencegahannya ada di halaman perawatan gigi sulung HealthyChildren.

Sikat, pasta, dan kunjungan pertama

Sebelum gigi muncul, lap gusi dengan kain lembap bersih setelah minum. Begitu gigi pertama ada, pakai sikat bulu lembut dan pasta berfluor sebesar butir beras, dua kali sehari, sampai usia 3 tahun. Mulai usia 3 tahun, jumlahnya sebesar kacang polong. Ajari anak meludah, jangan berkumur air sesudahnya, supaya fluor tetap di gigi. Dampingi sikat sampai anak benar-benar mampu, biasanya sekitar usia 10 tahun. Sikat adalah hal terakhir yang menyentuh gigi pada malam hari.

Jadwalkan dokter gigi saat gigi pertama muncul, atau paling lambat ulang tahun pertama, dan dalam enam bulan setelah gigi pertama. Dokter anak dapat memeriksa mulut dan mengoles pernis fluor. AAP menyarankan pernis fluor setiap enam bulan sampai usia 5 tahun, lebih sering bila risiko tinggi. Jangan membeli fluor tetes sendiri. Tanyakan dulu apakah air minum di rumah sudah mengandung fluor. Kebijakan sikat dan fluor diringkas di Good Oral Health Starts Early.

Anak minum air putih dari gelas, bukan minuman manis, untuk menjaga gigi
Air putih di antara waktu makan lebih aman untuk email daripada jus.

Botol, jus, dan camilan lengket

Jangan menidurkan bayi dengan botol berisi susu atau cairan manis. Gula dari susu formula maupun ASI yang menggenang di gigi ikut memulai lubang. Bila botol tetap dipakai saat tidur, isinya hanya air putih. Jangan mencelupkan empeng ke madu atau gula. Madu juga tidak untuk bayi di bawah 1 tahun. Jangan memasukkan sendok atau empeng ke mulut orang tua lalu ke mulut bayi, karena bakteri berpindah.

AAP tidak menganjurkan jus untuk bayi di bawah 12 bulan. Setelah itu, batasi sekitar 4 ons sehari dan encerkan dengan air. Kismis, permen kenyal, dan camilan lengket menempel lama. Sikat atau bilas air putih setelahnya. Susu boleh saat makan. Di antara makan, isi gelas dengan air putih. Sekitar ulang tahun pertama, alihkan dari botol ke gelas. Menu padat yang tidak terlalu manis dibahas di mpasi 6 bulan dan gizi seimbang anak. Usap gigi setelah menyusu. Posisi menyusu yang nyaman ada di cara menyusui yang benar.

Apakah harus dicabut, dan apakah tumbuh lagi?

Tidak setiap gigi berlubang harus dicabut. Dokter gigi melihat kedalaman lubang, nyeri, dan infeksi. Penambalan atau perawatan lain sering cukup bila kerusakan masih terbatas. Pencabutan dipertimbangkan bila gigi sudah rusak parah, nyeri, atau menjadi sumber infeksi. Gigi sulung yang dicabut tidak tumbuh kembali sebagai gigi yang sama. Gigi tetap akan muncul kemudian sesuai usia, tetapi lubang pada gigi yang masih ada tidak boleh dibiarkan sambil menunggu tanggal.

Nyeri gigi membuat anak menolak makan. Jangan memaksa camilan manis sebagai pengganti. Cara meja makan yang tenang ada di cara mengatasi anak susah makan. Sikat malam menjadi bagian rutinitas tidur, bukan setelah anak sudah terlelap. Jadwal malam ada di jadwal tidur bayi untuk yang masih kecil, dan di anak susah tidur bila rutinitasnya berantakan.

Kesimpulan

Gigi berlubang pada anak dicegah dengan pasta berfluor seukuran usia, sikat dua kali sehari, air putih, dan tanpa botol manis saat tidur. Bercak putih perlu diperiksa lebih awal. Keputusan cabut ada pada dokter gigi, bukan pada obat warung.

FAQ

Apakah gigi berlubang pada anak harus dicabut?

Tidak selalu. Banyak lubang masih bisa ditambal. Cabut dipertimbangkan bila kerusakan sudah parah atau ada infeksi. Dokter gigi yang memutuskan setelah melihat giginya.

Apakah gigi yang berlubang bisa tumbuh lagi?

Lubang tidak menutup sendiri. Gigi sulung yang hilang digantikan gigi tetap di kemudian hari, tetapi gigi yang masih ada dan sudah berlubang tetap perlu dirawat.

Kapan mulai sikat dengan pasta?

Saat gigi pertama muncul. Sampai usia 3 tahun, pasta berfluor sebesar butir beras. Setelah itu, sebesar kacang polong, lalu ludahkan tanpa dibilas air.

Bolehkah bayi tidur dengan botol susu?

Tidak, bila isinya susu atau cairan manis. Gula menggenang di gigi semalaman. Bila botol masih dipakai di tempat tidur, isi hanya air putih.