Stunting pada anak berarti tinggi badan terlalu pendek untuk usianya. World Health Organization menyebut ini akibat kekurangan gizi kronis atau berulang, sering terkait kondisi sosial ekonomi, kesehatan dan gizi ibu, penyakit yang sering, serta pemberian makan dan perawatan bayi yang tidak tepat di awal kehidupan. Stunting menghambat anak mencapai potensi fisik dan kognitif. Artikel ini untuk orang tua dan tidak menggantikan pengukuran di fasilitas kesehatan.

Stunting, wasting, dan underweight
WHO membedakan beberapa bentuk kekurangan gizi. Wasting adalah berat terlalu rendah untuk tinggi, biasanya dari penurunan berat baru-baru ini atau infeksi seperti diare. Stunting adalah tinggi terlalu rendah untuk usia. Underweight adalah berat terlalu rendah untuk usia; anak underweight bisa stunting, wasting, atau keduanya. Angka global 2022: sekitar 149 juta anak di bawah 5 tahun stunting, 45 juta wasting, dan 37 juta kelebihan berat atau obesitas. Hampir setengah kematian anak di bawah 5 tahun terkait kekurangan gizi, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Kekurangan zat gizi mikro, terutama yodium, vitamin A, dan zat besi, juga menjadi ancaman besar bagi anak dan ibu hamil. Anemia terkait zat besi dibahas di anemia pada anak. Stunting bukan sekadar “keturunan pendek”. Tinggi orang tua memengaruhi, tetapi pengukuran resmi memakai standar pertumbuhan WHO dan konteks kesehatan anak.
Seribu hari pertama
WHO menekankan gizi di awal kehidupan, termasuk sekitar 1000 hari dari kehamilan sampai ulang tahun kedua anak. Periode itu memberi fondasi jangka panjang. Ibu, bayi, anak, dan remaja paling berisiko. Kemiskinan menambah risiko kekurangan gizi sekaligus memperburuk dampaknya: biaya kesehatan naik, produktivitas turun, dan lingkaran kemiskinan berlanjut.
ASI eksklusif 6 bulan lalu makanan pendamping yang aman, disertai menyusui sampai dua tahun atau lebih, adalah fondasi yang sama dengan panduan pemberian makan bayi. Mulai di MPASI 6 bulan, lanjutkan tekstur di MPASI 9 bulan dan MPASI 12 bulan. Isi piring yang lebih luas ada di gizi seimbang anak. Penyakit yang berulang, termasuk diare, menambah risiko gizi buruk. Cara menjaga cairan saat diare ada di diare pada anak.

Apa yang orang tua pantau
Bawa anak ke posyandu atau klinik untuk ditimbang dan diukur. Satu kali tinggi di bawah garis tidak otomatis berarti diagnosis akhir, tetapi pola yang terus di bawah standar perlu ditindaklanjuti tenaga kesehatan. Jangan menunggu sampai anak “kelihatan kecil” dibanding sepupu. Catat ASI, frekuensi MPASI, dan penyakit yang berulang. Susu sapi sebelum usia 1 tahun tidak menggantikan ASI atau formula, dan setelah setahun tetap dibatasi agar tidak menggeser makanan kaya zat besi.
Stunting berbeda dari anak yang baru saja sakit dan turun berat badan dalam waktu singkat. Wasting lebih terkait kehilangan berat yang baru. Keduanya bisa bersamaan. Dokter atau ahli gizi yang membedakan dan merencanakan penanganan. Jangan memberi obat penggemuk tanpa resep. Target WHO dan rencana gizi global menekankan akses ke intervensi gizi yang efektif dan pola makan sehat, bukan produk ajaib di iklan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah anak pendek otomatis stunting? Tidak selalu. Stunting adalah tinggi terlalu rendah untuk usia menurut standar pengukuran. Hanya tenaga kesehatan yang menilainya dengan benar.
Apakah stunting masih bisa dicegah setelah bayi lahir? Seribu hari pertama, termasuk tahun kedua, tetap penting. ASI, MPASI yang cukup sering dan beragam, serta pencegahan penyakit berulang adalah langkah utama di rumah.
Catat hasil timbang dan ukur tiap kunjungan. Bila angka tinggi menurut usia terus di bawah garis, tanyakan rencana tindak lanjut, bukan hanya “nanti besar sendiri”. Minta penjelasan soal ASI, frekuensi makan, dan apakah ada penyakit yang perlu diobati dulu. Di rumah, utamakan makanan yang sudah ada: telur, kacang, ikan, sayur, dan buah, dalam bentuk yang aman untuk usia anak. Kudapan manis yang mengenyangkan sebelum makan utama justru menggeser zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh.
WHO juga menekankan bahwa kekurangan gizi dan kelebihan berat bisa hidup berdampingan di satu komunitas. Anak yang stunting tetap perlu makanan bergizi, bukan kalori kosong. Susu formula atau susu pertumbuhan tidak otomatis menyelesaikan tinggi yang pendek bila frekuensi makan kurang, infeksi berulang, atau keragaman menu rendah. Bila anak sering diare atau demam, selesaikan penyebabnya bersama dokter sambil menjaga asupan. Satu botol susu tambahan tanpa perbaikan pola makan jarang mengubah kurva tinggi.
Ajak keluarga yang merawat anak memahami jadwal makan. Nenek atau pengasuh yang memberi camilan manis sepanjang hari perlu satu pesan yang sama: tiga sampai empat kali makan utama plus kudapan sehat, sesuai usia. Ukur kemajuan dalam bulan, bukan hari. Tinggi tumbuh pelan. Yang bisa Anda ubah minggu ini adalah keragaman menu, kebersihan tangan, dan kepatuhan kontrol.
Kesimpulan
Stunting pada anak adalah tinggi terlalu pendek untuk usia akibat kekurangan gizi kronis atau berulang. Pantau di fasilitas kesehatan, jaga ASI dan MPASI, serta cegah penyakit berulang. Bedakan dari wasting yang lebih tentang berat menurut tinggi. Seribu hari pertama adalah jendela yang paling berharga. Bila kurva pertumbuhan merata di bawah standar, segera minta penilaian, jangan menunggu iklan susu penggemuk.
Sumber: Malnutrition, World Health Organization, diperbarui 1 Maret 2024.

