Bayi Kuning: Penyebab, ASI, dan Kapan Harus ke Dokter

Orang tua mengamati wajah bayi baru lahir di cahaya siang karena bayi kuning

Bayi kuning adalah warna kuning pada kulit banyak bayi baru lahir. American Academy of Pediatrics menjelaskan ini terjadi karena zat bernama bilirubin menumpuk di darah. Sebagian besar kuning ringan dan tidak berbahaya. Pada kasus yang jarang, bilirubin sangat tinggi bisa merusak otak, jadi pemeriksaan sesuai anjuran penting. Artikel ini untuk orang tua dan tidak menggantikan dokter bayi.

Orang tua mengamati wajah bayi baru lahir di cahaya siang karena bayi kuning
Kuning paling mudah dilihat di cahaya putih, mulai dari wajah.

Kenapa bayi kuning sering terjadi

Bilirubin berasal dari sel darah merah dan dibersihkan hati. Sebelum lahir, hati ibu yang mengerjakannya. Setelah lahir, hati bayi perlu beberapa hari untuk mahir. Karena itu banyak bayi kuning pada hari-hari pertama. Warna kuning biasanya mulai di wajah, lalu ke dada, perut, lengan, dan kaki bila kadarnya naik. Bagian putih mata juga bisa kuning. Cara terbaik melihatnya adalah di cahaya putih, seperti siang hari atau lampu neon. Pada kulit yang lebih gelap, kuning lebih sulit dilihat.

Bayi yang kuning dalam 24 jam pertama harus segera diukur bilirubinnya. Semua bayi sebaiknya diukur minimal sekali, lewat kulit atau darah, sebelum pulang dari rumah sakit. Perlu tidaknya ulang tergantung usia, kadar, dan faktor risiko. Bayi yang pulang sebelum 48 jam, dalam kebanyakan kasus, perlu dilihat tenaga kesehatan dalam 2 hari. Tanyakan kadar bilirubin dan jadwal kontrol.

ASI dan bayi kuning

ASI adalah makanan yang ideal. Kuning lebih sering pada bayi yang disusui daripada yang minum susu formula, terutama bila bayi belum mendapat cukup ASI. Itu bisa karena produksi masih sedikit, ASI datang terlambat, atau pelekatan belum baik. Dalam 24 jam pertama, bayi menyusu normal hanya mendapat sekitar 1 sendok teh setiap menyusu. Jumlahnya naik setiap hari. Menyusui minimal 8–12 kali sehari pada beberapa hari pertama membantu produksi dan membantu menahan bilirubin.

Bila menyusui belum lancar, minta bantuan dokter, perawat, atau konselor laktasi. Posisi dan pelekatan ada di cara menyusui yang benar. Tanda bayi cukup dan cara menambah produksi ada di cara memperbanyak ASI. Pada sebagian bayi, dokter menyarankan tambahan susu formula untuk menurunkan bilirubin. Itu keputusan pemeriksaan, bukan alasan berhenti menyusui.

Ibu menyusui bayi yang tertutup kain saat memantau bayi kuning
Menyusui 8–12 kali sehari membantu di hari-hari pertama.

Siapa yang perlu kontrol lebih cepat

Tanyakan kunjungan lebih awal bila kadar bilirubin sudah tinggi sebelum pulang, bayi lahir lebih dari 2 minggu sebelum perkiraan, kuning muncul dalam 24 jam pertama, menyusui belum berjalan baik, ada perdarahan di bawah kulit kepala atau memar banyak saat persalinan, atau orang tua maupun saudara kandung pernah bilirubin tinggi dan mendapat terapi lampu.

Beri tahu dokter bila ibu makan kacang fava atau memakai kapur barus, henna, antibiotik, atau obat herbal. Pada kasus yang jarang, hal itu bisa menyebabkan kuning yang berat, jadi sebaiknya dihindari. Jangan menghentikan antibiotik yang sudah diresepkan tanpa bertanya pada dokter. Hubungi dokter bila kulit makin kuning, perut lengan atau kaki kuning, bagian putih mata kuning, bayi sulit dibangunkan, rewel, atau tidak mau menyusu maupun minum formula. Bayi rewel yang bukan karena kuning dibahas di cara menenangkan bayi rewel.

Terapi lampu, bukan dijemur

Sebagian besar kuning tidak perlu diobati. Bila perlu, bayi ditidurkan tanpa baju di bawah lampu khusus. Terapi cahaya itu menurunkan bilirubin, biasanya di rumah sakit, kadang di rumah tergantung kadar, usia, dan faktor lain. Kadar yang sangat tinggi adalah darurat. Bayi bisa perlu ruang intensif dan perawatan lain, termasuk jenis transfusi khusus yang cepat menurunkan bilirubin.

Menjemur bayi bukan cara yang aman untuk mengobati kuning. Cahaya matahari tidak menggantikan lampu terapi dan berisiko suhu tubuh bayi tidak terjaga. Pada bayi yang minum ASI, kuning sering bertahan 1 bulan atau kadang lebih lama. Pada bayi susu formula, sebagian besar hilang dalam 2 minggu. Beri tahu dokter bila kuning lebih dari 2 minggu pada bayi formula, atau lebih dari 4 minggu pada bayi yang terutama disusui. Tumbuh kembang minggu-minggu pertama tetap dipantau lewat milestone bayi 0–12 bulan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah bayi kuning selalu berbahaya? Tidak. Kebanyakan ringan. Yang berbahaya adalah kadar sangat tinggi yang tidak diperiksa. Ikuti jadwal kontrol, terutama bila pulang sebelum 48 jam.

Apakah menyusui harus dihentikan? Tidak. ASI tetap ideal. Yang dibutuhkan sering kali menyusu lebih sering dan pelekatan yang baik, plus penilaian dokter bila kuningnya naik.

Sebelum pulang, minta jadwal kontrol dan tulis tanggalnya di tempat yang mudah dilihat. Di rumah, lihat wajah bayi di cahaya siang dan bandingkan dengan hari sebelumnya. Menyusu yang makin sebentar, bayi yang makin sulit dibangunkan, atau kuning yang turun ke perut dan tungkai adalah alasan menelepon, bukan menunggu kontrol berikutnya. Bawa catatan berapa kali menyusu dalam sehari. Keterangan itu membantu dokter memutuskan perlu tidaknya bilirubin diulang.

Kesimpulan

Bayi kuning umum di hari-hari pertama karena hati bayi masih belajar membersihkan bilirubin. Lihat di cahaya putih, susui 8–12 kali sehari, dan pastikan ada pemeriksaan bilirubin sebelum pulang serta kontrol sesuai usia. Jangan menjemur sebagai pengobatan. Hubungi dokter bila kuning menyebar ke perut atau tungkai, mata kuning, bayi sulit dibangunkan, atau tidak mau minum. Kuning yang sangat tinggi perlu perawatan rumah sakit, bukan tunggu di rumah.

Sumber: Jaundice in Newborns, HealthyChildren.org / American Academy of Pediatrics.