Asma pada anak adalah peradangan jangka panjang pada paru. Saluran napas anak dengan asma sangat sensitif, dan paru bisa meradang meski gejala tidak selalu muncul. American Academy of Pediatrics menyebut asma bisa serius, bahkan mengancam nyawa, tetapi gejalanya bisa dikendalikan sehingga anak tetap aktif. Tidak ada obat yang menyembuhkan. Artikel ini untuk orang tua dan tidak menggantikan dokter.

Gejala asma pada anak
Gejala berbeda pada tiap anak. Bisa muncul cepat atau pelan. Yang memburuk pada malam hari sering menjadi tanda peringatan. Batuk bisa menjadi gejala pertama, kadang satu-satunya. Tanda lain: mengi (suara siulan nada tinggi), sesak atau napas pendek, dada terasa berat, dan kemampuan olahraga menurun. Mengi sering tidak terdengar jelas tanpa stetoskop. Minta dokter menunjukkan cara mendengarkan dada anak.
Saat serangan, saluran napas menyempit atau tersumbat. Lapisan dalamnya bengkak dan iritasi, otot di sekitarnya mengencang, sehingga bernapas sulit. Batuk yang penyebabnya bukan asma dibahas di batuk pada anak. Demam yang menyertai virus pemicu ada di demam pada anak.
Di Amerika Serikat, sekitar 1 dari 10 anak mengalami asma, dan di sebagian komunitas angkanya lebih tinggi. Jumlah anak dengan asma naik di banyak negara. Faktor risiko yang disebut AAP meliputi riwayat alergi atau asma dalam keluarga, paparan alergen, asap rokok dan polusi udara, serta infeksi saluran napas. Sebagian anak juga punya eksim, alergi makanan, atau alergi hidung. Rangkaian itu kadang disebut allergic march, sering mulai sejak bayi. Perawatan perlu terkoordinasi. Kulit kering yang gatal ada di eksim pada anak.
Sembilan pemicu yang sering
AAP menyebut asma sebagai penyakit kronis paling umum pada anak di dunia, dan flare sering dipicu salah satu dari sembilan hal berikut. Virus pernapasan, paling sering virus pilek, juga RSV, influenza, dan parainfluenza. Saat flare karena virus, obat yang biasa dipakai bisa kurang manjur. Itu sering terkait rawat inap atau kunjungan IGD. Bila anak asma pilek lalu batuk, mengi, atau sesak memburuk, atau inhaler pelega (albuterol) dipakai lebih sering, hubungi dokter.
Asap rokok merusak paru dan memicu flare. Anak yang terpapar asap lingkungan lebih sering mengi, gejalanya lebih berat, dan lebih lama. Polusi lain meliputi ozon, pewangi, produk pembersih, dan bahan kimia. Jauhkan anak dari asap, termasuk sisa asap di baju dan ruangan. Pakai produk tanpa pewangi dan ventilasi saat membersihkan.
Alergen dalam rumah — tungau debu, kecoak, tikus, dan ketombe hewan — bisa memicu sepanjang tahun, di rumah maupun sekolah. Sarung anti alergi pada kasur, cuci seprai tiap minggu dengan air panas, dan dehumidifier untuk jamur. Hewan berbulu: alergen ada di kulit, air liur, dan urine. Kucing dan anjing paling sering, hamster, gerbil, dan kelinci juga bisa. Bila anak alergi hewan, AAP menyarankan menghindari hewan itu. Rumah yang pernah ada hewan perlu dibersihkan menyeluruh. Filter HEPA bisa membantu.

Cuaca, olahraga, sengatan, dan stres
Serbuk sari pohon, rumput, dan gulma serta jamur luar bisa memicu sesuai musim. Di banyak tempat, serbuk pohon lebih banyak pada musim semi, rumput pada musim panas, dan gulma pada musim gugur. Jamur tergantung lembap dan hujan. Setelah bermain di luar, anak yang alerginya serbuk bisa mandi. Jendela ditutup saat puncak serbuk sari.
Udara dingin dan kering mengiritasi paru, termasuk angin pendingin ruangan. Perubahan suhu mendadak bisa memicu kejang saluran napas. Bicarakan penyesuaian obat dengan dokter bila cuaca sering memicu. Olahraga juga bisa menimbulkan batuk, mengi, dada berat, dan sesak, mulai 5–20 menit setelah aktivitas. Gejala bisa reda dengan istirahat atau perlu albuterol. Sebagian anak perlu albuterol 20–30 menit sebelum aktivitas. Itu keputusan dokter, bukan dosis yang diatur sendiri. Anak tetap boleh bergerak bila asmanya terkendali.
Anak asma yang alergi serangga berisiko flare cepat setelah sengatan lebah, tawon, atau semut api. Kadang perlu obat alergi, termasuk epinefrin dan atau antihistamin, sesuai penilaian dokter. Temui ahli alergi bila gejala asma muncul setelah sengatan. Stres dan kecemasan juga bisa menambah peradangan saluran napas, termasuk setelah peristiwa hidup yang berat. Bicarakan dengan dokter bila Anda khawatir.
Tujuan perawatan
Tujuannya mengurangi gejala supaya anak ikut kegiatan biasa, serta mencegah IGD dan rawat inap. Caranya: kenali pemicu dan pakai obat sesuai rencana dengan dokter umum atau spesialis asma. Jangan meminjam inhaler orang dewasa atau mengubah jadwal tanpa bertanya. Catat kapan gejala muncul, pemicunya, dan berapa kali inhaler pelega dipakai. Bawa catatan itu saat kontrol.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah batuk malam pasti asma? Tidak. Batuk malam adalah tanda yang perlu dinilai dokter, terutama bila berulang, disertai mengi, atau memburuk saat pilek dan olahraga.
Bolehkah anak asma berolahraga? Boleh, bila gejalanya terkendali. Sebagian anak perlu inhaler sebelum aktivitas sesuai petunjuk dokter.
Kesimpulan
Asma pada anak membuat saluran napas sensitif. Batuk malam, mengi, sesak, dan cepat lelah saat bermain perlu rencana dokter, bukan obat pinjaman. Jauhkan asap rokok, kurangi debu dan pewangi, dan waspadai virus pilek. Hubungi dokter bila inhaler pelega dipakai lebih sering dari rencana. Asma tidak sembuh total, tetapi anak bisa tetap sekolah dan bermain bila pemicu dan obatnya dikelola.
Sumber: What is Asthma dan Asthma Triggers, HealthyChildren.org / American Academy of Pediatrics.


