Gumoh pada bayi sangat umum. American Academy of Pediatrics menyebut semua bayi gumoh, dan kadang isinya terasa seperti baru saja diminum. Sebagian besar adalah refluks biasa, bukan penyakit. Bayi yang tetap nyaman disebut happy spitter: tidak rewel dan tidak tampak kesakitan, bahkan sering lebih lega setelah gumoh. Artikel ini untuk orang tua dan tidak menggantikan dokter.

Gumoh biasa atau sudah penyakit
Gumoh, atau refluks gastroesofageal (GER), adalah naiknya isi lambung ke kerongkongan, kadang sampai mulut atau hidung. Bila disertai gejala lain, atau berlanjut melewati masa bayi, itu disebut penyakit refluks (GERD). GER pada bayi bukan penyakit. Gejala lain yang masih biasa: sesekali menyusu jadi lebih lama atau terputus.
GER biasanya mulai usia 2–3 minggu dan memuncak pada 4–5 bulan. Pada sebagian besar bayi cukup bulan, gejala hilang pada usia 9–12 bulan, seiring matangnya saluran cerna atas. Kontrol kepala, kemampuan duduk, dan mulai makanan padat juga membantu. Bayi gumoh bila lambung penuh atau posisinya berubah mendadak, terutama setelah minum. Isi lambung menekan cincin otot di ujung atas lambung. Cincin itu belum matang atau membuka di saat yang salah, sehingga isi naik kembali.
Pada anak yang lebih besar, porsi besar, makanan sangat asam atau pedas, minuman bersoda, dan kafein bisa menambah gejala. Refluks juga lebih sering pada anak dengan berat badan berlebih. Muntah karena sakit, yang berbeda dari gumoh rutin, ada di anak muntah.
Kapan gumoh perlu dokter
Hubungi dokter bila anak menolak minum, menangis atau melengkungkan punggung saat minum seperti kesakitan, gumoh bercampur darah atau berwarna hijau, gumoh makin sering atau makin kuat, perut kembung keras, atau ada mengi dan batuk. Beri tahu juga bila berat badan tidak naik atau popok basah dan kotor makin sedikit. Itu bisa berarti yang diminum tidak cukup tinggal di lambung.
Dokter menanyakan gejala dan pola minum, lalu melihat pertumbuhan di grafik. Dari situ dibedakan happy spitter dan gejala GERD. Tujuan penilaian yang tepat adalah menghindari obat dan biaya yang tidak perlu. Bila berat tidak naik, minum bermasalah, atau obat tidak menolong, dokter bisa merujuk ke gastroenterologi anak. Warna kuning pada kulit bayi adalah hal lain, dibahas di bayi kuning, bukan dinilai dari kain gumoh semata.

Yang bisa dilakukan di rumah
Tidak ada cara instan. Bagi banyak bayi, yang dibutuhkan adalah waktu. Perubahan cara minum dan posisi adalah langkah pertama, baik untuk GER maupun GERD. Sendawa di jeda alami, bayi tegak, kepala ditopang pelan. Pertahankan posisi tegak sekitar setengah jam setelah minum, dan awasi terus. Jangan meninggalkan bayi di bantal atau di tempat duduk tanpa pengawasan. Posisi tidur tetap sesuai anjuran dokter. Jangan menumpuk bantal di tempat tidur sebagai pengobatan gumoh.
Porsi lebih kecil dan lebih sering bisa dicoba, asalkan jumlah hariannya cukup untuk cairan dan pertumbuhan. Jangan menambah bubur ke botol kecuali dokter yang menyarankan. Bila bayi susu formula gumoh luar biasa sering, dokter kadang menyarankan pengental dengan sereal bayi dalam jumlah sangat kecil. Alergi susu bisa menimbulkan gejala mirip GER. Dokter kadang menyarankan ibu menyusui mencoba diet tanpa susu sapi, atau formula khusus yang proteinnya sudah dipecah atau terbuat dari asam amino. Itu bukan percobaan yang dimulai sendiri. Posisi menyusui yang baik ada di cara menyusui yang benar. Bayi yang rewel karena hal lain ada di cara menenangkan bayi rewel.
GERD yang berat kadang perlu obat penurun asam atau, jarang, operasi yang disebut fundoplikasi. Keduanya keputusan dokter, bukan dibeli karena iklan. Pada anak lebih besar, kurangi gorengan dan makanan berlemak karena memperlambat pengosongan lambung. Peppermint, kafein, dan sebagian obat asma bisa mengendurkan cincin lambung. Bila satu makanan memicu, hentikan satu sampai dua minggu lalu coba lagi. Bila gejala kembali, hindari sampai dokter mengizinkan.
Pertanyaan yang sering muncul
Sampai umur berapa bayi gumoh? Puncaknya sekitar 4–5 bulan. Pada bayi cukup bulan, sebagian besar membaik pada 9–12 bulan. Yang berlanjut melewati masa bayi perlu dinilai sebagai GERD.
Apakah gumoh yang banyak berarti ASI kurang? Tidak selalu. Happy spitter tetap naik berat dan popoknya basah. Yang perlu diperiksa adalah berat yang mandek atau popok yang makin sedikit.
Siapkan kain di bahu dan ganti baju yang basah tanpa panik. Catat kira-kira berapa kali gumoh sehari, apakah bayi tetap mau minum, dan berapa popok basah. Catatan seminggu lebih berguna daripada kesan satu kali gumoh yang banyak. Jangan menghentikan ASI hanya karena kain sering basah. Happy spitter yang tetap naik berat tidak membutuhkan obat penurun asam.
Kesimpulan
Gumoh pada bayi biasanya normal, memuncak di usia 4–5 bulan, dan membaik menjelang 9–12 bulan. Sendawa tegak, tunggu setengah jam dalam posisi tegak sambil diawasi, dan coba porsi lebih kecil. Jangan mengentalkan botol atau mengganti susu tanpa dokter. Segera periksa bila gumoh hijau atau berdarah, bayi melengkung kesakitan, menolak minum, perut keras, atau berat badan tidak naik.
Sumber: GERD and Reflux in Infants and Children, HealthyChildren.org / American Academy of Pediatrics.

