Tali Pusat Bayi: Perawatan, Kapan Lepas, dan Tanda Infeksi

Orang tua menggendong bayi baru lahir saat merawat tali pusat bayi

Tali pusat bayi yang tersisa setelah lahir perlu dijaga bersih dan kering sampai mengering lalu lepas. American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa beberapa minggu pertama cukup dengan kebersihan harian, tanpa alkohol pada puntung tali pusat. Popok dilipat di bawah puntung agar urine tidak merendamnya.

Orang tua menjaga area tali pusat bayi tetap kering saat mengganti popok
Gendong tetap boleh asal puntung tidak tertekan lama. Foto: Kiefer Wolfowitz, CC BY-SA 3.0.

Cara merawat tali pusat bayi

Biarkan puntung mengering sendiri. Tidak perlu mengoles alkohol. Saat mengganti popok, pastikan tepi popok tidak menutupi puntung. Tangan bersih sebelum menyentuh area perut. Jika ada beberapa tetes darah di popok sekitar waktu puntung lepas, itu bisa normal. Jika tali pusat berdarah aktif, hubungi dokter bayi segera.

Mandi bisa dilakukan sesuai arahan bidan atau dokter, dengan area puntung segera dikeringkan. Jangan menarik puntung yang belum lepas. Jangan membungkus perut dengan koin, kain ketat, atau ramuan, karena itu bukan perawatan yang dianjurkan AAP dan bisa mengiritasi kulit. Perawatan kulit dekat popok yang berbeda, yaitu lecet lipatan, dibahas di ruam popok.

Tali pusat bayi lepas umur berapa hari?

Puntung seharusnya mengering dan lepas pada saat bayi berusia 3 minggu. Jika masih menempel setelah itu, bayi perlu diperiksa dokter. Jangan memaksa melepas. Setelah lepas, pusar bisa tampak sedikit lembap sebentar. Tetap jaga kering dan bersih, lalu amati apakah ada cairan berbau atau kemerahan yang melebar.

Minggu-minggu ini juga masa bayi menyusu sering dan tidur singkat. Posisi menyusu yang nyaman ada di cara menyusui yang benar. Perkembangan umum bulan-bulan awal ada di milestone bayi 0–12 bulan.

Popok bayi dilipat di bawah tali pusat bayi agar puntung tetap kering
Puntung yang mengering, dengan tepi popok di bawahnya. Foto: Stagiryta, CC BY-SA 4.0.

Tanda infeksi tali pusat

Infeksi tali pusat, disebut omphalitis, jarang tetapi butuh pengobatan medis. Hubungi dokter anak jika ada cairan kekuningan berbau dari tali pusat, kulit di pangkal tali pusat memerah, atau bayi menangis saat area itu atau kulit di sebelahnya disentuh. Jangan menunggu “besok kontrol” bila bayi juga demam, lemas, atau menolak menyusu. Bayi baru lahir yang kulitnya menguning punya penilaian terpisah; baca bayi kuning dan tetap laporkan ke dokter.

Granuloma dan hernia pusar

Kadang tali pusat tidak kering sempurna, melainkan membentuk granuloma: jaringan parut kecil kemerahan atau kecokelatan yang tertinggal di pusar setelah puntung lepas. Granuloma bisa mengeluarkan cairan kuning muda. Biasanya hilang sekitar seminggu. Jika tidak, dokter anak dapat membantu mengeringkan atau menanganinya. Jangan mengoles bahan kimia sendiri.

Jika area pusar menonjol saat bayi menangis, itu bisa hernia umbilikal: lubang kecil di otot dinding perut sehingga jaringan menonjol saat tekanan perut naik. AAP menyatakan hernia pusar biasanya bukan kondisi serius dan sering menutup sendiri dalam 12 sampai 18 bulan pertama. Tetap beritahu dokter saat kunjungan agar ukurannya dipantau. Jangan menekan dengan koin atau plester ketat.

Sambil menunggu puntung lepas, bayi tetap butuh interaksi: bicara, gendong, dan waktu tengkurap sesuai usia bila dokter tidak melarang. Ide stimulasi ada di stimulasi bayi 0–6 bulan. Perawatan tali pusat tidak menghalangi pelukan, asal area puntung tidak tertekan lama dan tetap kering.

Kapan harus segera menghubungi dokter?

  • Tali pusat berdarah aktif, bukan hanya beberapa tetes di popok.
  • Cairan berbau, kulit pangkal memerah, atau bayi kesakitan saat area disentuh.
  • Puntung belum lepas setelah bayi berusia 3 minggu.
  • Granuloma tidak mengering setelah sekitar seminggu.
  • Pusar menonjol besar, keras, atau bayi muntah dan sangat rewel bersamaan.

Halaman ini merangkum edukasi American Academy of Pediatrics tentang perawatan tali pusat dan tidak menggantikan nasihat dokter yang memeriksa bayi Anda. Rujukan: HealthyChildren AAP, umbilical cord care.

Perawatan harian sampai puntung lepas

Mandi singkat boleh bila petugas kesehatan mengizinkan, lalu segera keringkan puntung. Siapkan popok cadangan dan kain lembut yang bersih di dekat tempat ganti. Setiap ganti popok, lihat pangkal tali pusat sebentar: kering, tanpa bau, kulit sekitar tidak makin merah. Keringkan lipatan perut dengan tepukan, bukan digosok. Pakaian longgar membantu udara mengalir. Saat menggendong, usahakan ikat gendongan tidak menekan puntung. Tamu yang ingin melihat bayi cukup melihat dari dekat tanpa menyentuh perut.

Saat bepergian, pilih popok yang tidak naik menutup puntung, dan keringkan lipatan perut jika bayi berkeringat. Jangan menutup puntung dengan plester hiasan atau stiker. Udara membantu pengeringan. Catat hari puntung lepas di buku KIA. Jika ada tetes darah kecil sekali, catat juga jamnya. Jika darah terus menetes atau pakaian basah darah, itu bukan “tetes biasa” dan perlu dihubungi dokter segera. Setelah lepas, pusar tetap dibersihkan lembut saat mandi dan dikeringkan. Jangan menabur bedak atau minyak di dalam pusar. Bawa pertanyaan granuloma atau tonjolan saat menangis ke kunjungan bayi berikutnya, lengkap dengan foto yang diambil di rumah jika dokter mengizinkan pemantauan visual.

Ringkas saja: konsisten singkat lebih baik daripada sesi panjang yang membuat anak atau orang tua lelah. Catat pertanyaan untuk dibahas dengan guru atau dokter di kunjungan berikutnya, dan sesuaikan saran umum ini dengan kondisi anak Anda.

Kesimpulan

Tali pusat bayi dijaga bersih dan kering, popok dilipat di bawahnya, dan tidak perlu alkohol. Puntung biasanya lepas sebelum usia 3 minggu. Darah aktif, bau, atau kemerahan di pangkal adalah alasan untuk segera menghubungi dokter.