Flu Singapura pada Anak: Gejala, Menular, dan Kapan Sekolah

Orang tua memeriksa telapak tangan anak yang berbintik saat flu Singapura

Flu Singapura adalah nama yang biasa dipakai orang tua di Indonesia untuk penyakit tangan, kaki, dan mulut. Ini infeksi virus, bukan influenza. American Academy of Pediatrics menyebut penyakit ini umum pada anak kecil, sangat menular, dan umumnya ringan. Gejala biasanya memburuk di beberapa hari pertama lalu hilang dalam seminggu. Artikel ini untuk perawatan di rumah dan tidak menggantikan dokter.

Orang tua memeriksa telapak tangan anak yang berbintik saat flu Singapura
Bintik kecil bisa ada di tangan, kaki, mulut, atau bokong. Tidak harus di semua tempat.

Gejala flu Singapura

Dari paparan sampai gejala pertama perlu waktu 3–6 hari. Awalnya mirip pilek: demam, sakit tenggorokan, dan hidung berair. Kemudian muncul ruam dengan lepuh kecil. Lokasinya bisa di dalam mulut (pipi dalam, gusi, sisi lidah, langit-langit), jari dan telapak tangan, telapak kaki, serta bokong. Bisa hanya satu tempat, beberapa, atau semuanya.

Penyakit ini biasanya menyerang bayi dan anak di bawah 5 tahun, tetapi anak yang lebih besar dan orang dewasa juga bisa tertular. Gejala paling berat di beberapa hari pertama dan biasanya hilang dalam seminggu. Kulit jari tangan atau kaki bisa mengelupas 1–2 minggu kemudian. Pengelupasan itu tidak berbahaya. Dokter biasanya cukup melihat sariawan dan ruam. Bila gejalanya berat, sampel tenggorokan bisa diperiksa di laboratorium.

Bercak di mulut yang lain, termasuk sariawan, dibahas di sariawan pada anak. Ruam cacar air berbeda dan ada di cacar air pada anak. Demam yang menyertai diukur dan dipantau seperti di demam pada anak.

Minum, nyeri mulut, dan demam

Tidak ada obat yang menyembuhkan flu Singapura. Orang tua hanya meredakan demam dan nyeri dengan asetaminofen atau ibuprofen, sesuai usia dan petunjuk pada kemasan anak. Jangan memakai aspirin. Jangan memakai obat dewasa. Obat kumur biasa jangan dipakai karena perih.

Untuk nyeri mulut pada anak di atas 1 tahun, tanyakan dokter soal cairan pelega. AAP menyebut ada beberapa pilihan, tetapi produk dan takarannya ditentukan dokter, bukan ditebak di rumah. Anak harus tetap minum. Hubungi dokter bila demam lebih dari 3 hari atau anak tidak minum. Bila kekurangan cairan dicurigai, hubungi dokter sekarang atau pergi ke IGD. Cara menjaga cairan saat buang air cair ada di diare pada anak.

Orang tua memberi minum pada anak yang lelah karena flu Singapura
Nyeri mulut membuat anak malas minum. Tawarkan sedikit-sedikit.

Berapa lama menular dan cara mencegah

Paling menular pada minggu pertama. Virus masih bisa keluar lewat hidung, mulut, dan saluran napas selama 1–3 minggu, serta lewat tinja selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Penularan lewat percikan saat bicara, batuk, atau bersin. Percikan biasanya jatuh dalam jarak sekitar 1 meter, bukan melayang lama di udara. Bisa juga lewat lendir atau air liur di benda, dan lewat tinja bila tangan yang kotor menyentuh mulut.

Ajari anak menutup batuk dengan tisu, atau dengan lengan atas bila tisu tidak sempat. Cuci tangan setelah memegang lendir dan setelah ganti popok. Buang tisu sekali pakai. Orang tua bisa menularkan virus ke permukaan lain lewat tinja, cairan lepuh, atau air liur. Cuci mainan. Jangan berbagi sendok, gelas, sikat gigi, atau handuk. Pelukan, ciuman, dan gelas bersama mempercepat penularan ke saudara. Bila sekamar, pisahkan sampai anak merasa lebih baik dan lepuhnya sembuh. Bersihkan permukaan yang sering disentuh.

Kapan boleh kembali ke sekolah

Anak boleh ke sekolah atau penitipan, kecuali bila ia tidak cukup sehat untuk ikut kegiatan atau masih demam. Juga bila guru tidak sanggup merawatnya tanpa mengabaikan anak lain, misalnya karena air liur berlebih dari sariawan. Banyak lepuh yang masih terbuka juga alasan tinggal di rumah. Lepuh biasanya mengering sekitar 7 hari. Dinas kesehatan setempat kadang mewajibkan isolasi bila ada wabah. Kembali setelah syarat itu hilang dan anak kuat ikut kegiatan. Bila ragu, tanyakan dokter. Beri tahu sekolah agar orang tua lain waspada.

Anak yang sudah pernah sakit bisa tertular lagi, oleh virus yang sama atau virus lain yang juga menyebabkan penyakit ini. Tidak perlu panik pada kasus ringan, tetapi tetap jaga minum dan kebersihan tangan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah flu Singapura sama dengan flu biasa? Tidak. Namanya membingungkan. Ini penyakit tangan kaki mulut, dengan lepuh di mulut, tangan, atau kaki, bukan sekadar batuk pilek.

Haruskah semua lepuh muncul sekaligus? Tidak. Satu lokasi saja sudah cukup untuk dicurigai. Dokter yang memastikan dengan melihat.

Orang dewasa di rumah juga bisa tertular, kadang dengan gejala ringan, jadi cuci tangan berlaku untuk semua penghuni. Mainan yang masuk ke mulut dicuci lebih sering pada minggu itu. Jangan berbagi handuk dengan anak yang lepuhnya masih basah, terutama bila ada bayi. Tawarkan minum suhu ruang sedikit-sedikit. Makanan yang membuat mulut makin perih boleh ditunda sejenak, lalu dicoba lagi setelah nyeri reda. Kabari sekolah atau penitipan begitu diagnosis ditegakkan.

Kesimpulan

Flu Singapura pada anak umumnya ringan, menular, dan sembuh dalam sekitar seminggu. Jaga minum, redakan demam dengan obat anak yang sesuai, dan hubungi dokter bila demam lebih dari 3 hari atau anak tidak minum. Cuci tangan, jangan berbagi alat makan, dan pisahkan saudara sampai lepuh mengering. Sekolah ditunda selama demam, lepuh masih banyak terbuka, atau anak terlalu lemah untuk ikut kegiatan.

Sumber: Hand, Foot & Mouth Disease, HealthyChildren.org / American Academy of Pediatrics, diperbarui 15 Desember 2025.